<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>warna kehidupan</title>
	<atom:link href="http://antoko.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://antoko.wordpress.com</link>
	<description>sepetik kisah warna &#38; kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 Oct 2009 13:54:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='antoko.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>warna kehidupan</title>
		<link>http://antoko.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://antoko.wordpress.com/osd.xml" title="warna kehidupan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://antoko.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jangan Buang Bom Sembarang Tempat</title>
		<link>http://antoko.wordpress.com/2009/10/10/jangan-buang-bom-sembarang-tempat/</link>
		<comments>http://antoko.wordpress.com/2009/10/10/jangan-buang-bom-sembarang-tempat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 13:24:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antoko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam & Al Manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antoko.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Sumber : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 11 Tahun I. <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antoko.wordpress.com&amp;blog=6140158&amp;post=21&amp;subd=antoko&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya apa hukum dari bom bunuh diri dalam agama Islam..?</p>
<p>Pembaca yang budiman -semoga dirahmati Allah-,</p>
<p>Membunuh Diri</p>
<p>Dalam rangka “jihad” memerangi Amerika dan sekutunya, sekian banyak aksi peledakan dan bom bunuh diri terjadi di negeri-negeri kaun muslimin yang dilakoni oleh sebagian pemuda yang tak berbasis ilmu yang kuat. Akibatnya, korban berjatuhan dari kalangan warga sipil muslim sendiri. Padahal Allah -Subhanahu wa Ta’ala- telah melarang seorang muslim membunuh dirinya sendiri di dalam firman-Nya:</p>
<p>“Dan janganlah kamu membunuh dirimu sungguh Allah maha penyayang kepadamu”. (QS. An-Nisa`: 29)</p>
<p>Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- telah memperingatkan:</p>
<p>“Barang siapa yang membunuh dirinya dengan sepotong besi, maka besinya itu akan berada ditangannya. Dia akan menikam perutnya dengan pisau itu didalam neraka dalam keadaan kekal didalamnya selama-lamanya. Barang siapa yang menenggak racun, lalu ia membunuh dirinya dengan racun itu, maka ia akan meminumnya sedikit-demi sedikit dalam neraka Jahannam dalam keadaan kekal di dalamnya selama-lamanya. Barang siapa yang menghempaskan dirinya dari gunung sehingga dia membunuh dirinya, maka dia akan terhempas dalam neraka dalam keadaan kekal di dalamnya selama-selamanya.” [Muslim dalam Shohih-nya (109)]</p>
<p>Ini adalah perbuatan yang konyol -bukan jihad-. Perbuatan ini tidaklah mendatangkan kemaslahatan bagi Islam, karena bila seandainya dia membunuh dirinya dan membunuh 10 orang atau 100 orang atau 200 orang, maka hal tersebut tidak akan bermanfaat bagi Islam dan tidak membuat manusia ber-Islam. Malah membuat orang lari dari Islam. Karena itulah, perbuatan ini tidak dapat dibenarkan, dan menyebabkan pelakunya diazab di neraka, dan orang yang bunuh diri dengan cara yang seperti ini bukanlah mati syahid. Jika seorang mau berdakwah dan mengajak orang-orang kafir masuk ke dalam Islam, maka dakwahilah mereka dengan cara hikmah, bukan dengan cara emosi dan membabi buta yang mencoreng citra Islam dan kaum muslimin.</p>
<p>Membunuh Seorang Muslim</p>
<p>Jika kita memperhatikan orang-orang yang menjadi korban pemboman, maka kebanyakannya adalah kaum muslimin sendiri. Duhai, sungguh celakanya orang yang membom ini…! Karena Allah telah mengancamnnya di dalam firman-Nya:</p>
<p>“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya”. (QS. An-Nisa`: 93)</p>
<p>Lihatlah pembaca yang budiman! Allah mengancamnya di dalam ayat ini dengan neraka jahannam dan tidak sampai disitu saja, bahkan ia kekal di dalamnya, Allah murka kepadanya, mengutuknya dan menyediakan siksa yang pedih baginya. Ini baru satu orang muslim, bagaimana lagi jika yang dibunuhnya adalah puluhan sampai ratusan orang muslim? -Nas alulllaha ‘afiyah wassalamah-</p>
<p>Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,</p>
<p>“Sungguh hancurnya dunia ini lebih ringan di sisi Allah daripada membunuh (jiwa) seorang muslim”. [HR. At-Tirmizy dalam As-Sunan (1399), An-Nasa’iy dalam As-Sunan (7/82), Al-Bazzar dalam Al-Musnad (2393), dan lain-lain. Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albany dalam Ghoyatul Maram (4390)]</p>
<p>Mereka berteriak ketika kaum kuffar AS dan sekutunya membantai jutaan kaum muslimin dengan mengatakan bahwa nyawa seorang muslim itu sangat mahal di sisi Allah. Namun di sisi lain mereka sendiri ternyata juga turut menumpahkan darah kaum muslimin. parahnya lagi kesalahan tersebut berusaha ditutupi dan dibenarkan dengan berjuta dalih: “Ini kan jihad”, “Mereka adalah Mujahid”, “Mereka adalah penghuni surga”, dan “Mereka mati syahid”. Padahal orang-orang yang melakukan aksi teror tersebut adalah orang-orang yang mati konyol, diancam oleh Allah dengan neraka Jahannam. Bagaimana mereka dianggap mati syahid ??!</p>
<p>Membunuh Kafir Musta’man</p>
<p>Pembaca budiman, ketahuilah bahwa tidak semua orang kafir boleh dibunuh di dalam syariat agama kita, karena sesungguhya orang kafir itu ada empat macam, yaitu:</p>
<p>kafir dzimmy</p>
<p>Mereka adalah orang kafir (penduduk asli) yang membayar jizyah (upeti) yang dipunguti tiap tahun sebagai imbalan bolehnya mereka tinggal di negeri kaum muslimin. kafir, seperti ini tidak boleh dibunuh selama ia masih menaati peraturan-peraturan yang dikenakan kepada mereka. Banyak dalil yang menunjukkan hal tersebut diantaranya adalah hadist Al-Mughirah bin syu’bah -radhiyallahu ‘anhu-, beliau berkata,</p>
<p>“Kami diperintah oleh rasul robb kami -Shollallahu ‘alaihi wasallam- untuk memerangi kalian sampai kalian menyembah Allah satu-satunya atau kalian membayat jizyah ”.[HR.Al-Bukhary dalam Ash-Shohih (3158)]</p>
<p>kafir mu’ahad ,</p>
<p>Mereka adalah orang-orang kafir yang telah terjadi kesepakatan antara mereka dan kaum muslimin untuk tidak berperang dalam kurun waktu yang telah disepakati. Orang kafir seperti ini juga tidak boleh dibunuh, sepanjang mereka menjalankan kesepakatan yang telah dibuat. Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,</p>
<p>&#8220;Siapa yang mebunuh kafir mu’ahad, ia tidak akan mencium bau surga, dan sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan 40 tahun &#8220;. [HR. Al-Bukhariy dalam Shohih-nya (3166), An-Nasa’iy dalam As-Sunan (8/25), dan Ibnu Majah (2686)]</p>
<p>Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Ingatlah, siapa yang menzholimi seorang kafir mu’ahad, merendahkannya, membebani diatas kemampuannya atau mengambil sesuatu darinya, tanpa keridoan dirinya, maka saya adalah lawan bertikainya pada hari kiamat.&#8221; [HR Abu Daud dalam As-Sunan (3052) dan Al Baihaqy (9/205). Hadits ini di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (445)]</p>
<p>kafir musta’man</p>
<p>Mereka adalah orang kafir yang mendapat jaminan keamanan dari kaum muslimin atau sebagian kaum muslimin. Kafir jenis ini juga tidak boleh dibunuh, sepanjang masih berada dalam jaminan keamanan. Dalilnya, firman Allah -Ta’ala-,</p>
<p>“Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, Maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, Kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak Mengetahui.” (QS. At-Taubah: 6)</p>
<p>kafir harby</p>
<p>Mereka adalah kafir selain yang tiga di atas. kafir jenis inilah yang disyariatkan untuk diperangi dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. Mengapa harus diperangi? Karena mereka memerangi Islam. Demikianlah ketentuan syariat Allah.</p>
<p>Namun orang kafir harbiy yang masuk ke negeri kaum muslimin dengan jaminan keamanan dari pemerintah muslim berubah statusnya menjadi kafir musta’man, haram untuk diperangi selama dalam perlindungan. Mereka (para pembom) ini tidak peduli lagi dengan syariat Allah dalam hal ini. Padahal pada saat yang sama, mereka selalu meneriakkan, “Ayo tegakkan syari’at Islam”. Namun untuk kali ini, mereka injak-injak sendiri slogan-slogan tersebut. Akibatnya, semua orang kafir sah dan halal darah dan hartanya; perang dan pembunuhan terhadap mereka boleh dilakukan kapan dan di mana saja!! Wahai Pembaca yang budiman, tentunya ini merupakan sikap serampangan yang menyelisihi Al-Kitab, Sunnah, dan tuntunan para ulama’.</p>
<p>Menzholimi Orang Lain</p>
<p>Allah -‘Azza wa Jalla-, Pencipta kita telah mengharamkan perbuatan zholim atas diri-Nya dan hamba-hamba-Nya sebagaimana yang diterangkan dalam hadits Qudsiy, Allah berfirman,</p>
<p>“Wahai segenap hamba-hamba-Ku, sesungguhnya aku telah mengharamkan perbuatan zholim atas diri-Ku dan Aku telah menjadikan hal tersebut sebagai perkara yang haram antara sesama kalian, maka janganlah kalian saling menzholimi”. [HR. Muslim dalam Shohih-nya (2577) dari Abu Dzar -&lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu-)</p>
<p>Dalam berbagai nas, baik Al-Qur’an, maupun sunnah, telah diterangkan bahwa perbuatan zhalim tidak pernah membawa kebaikan bagi pelakunya di dunia maupun di akhirat. Allah -Subhanahu wa Ta'ala- menyatakan dalam berbagai ayat tentang bahaya perbuatan zholim. Diantaranya, Allah -Subhanahu wa Ta'ala- berfirman,</p>
<p>“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zholim menggigit dua tangannya, seraya berkata, “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an itu telah datang kepadaku. dan adalah setan ti tidak mau menolong manusia.”&lt;/i&gt; (QS. Al-Furqan: 27 - 29 )</p>
<p>“Dan berapa banyak penduduk negeri yang zholim yang telah kami binasakan, dan kami adakan setelah mereka itu kaum yang lain (sebagai penggantinya)”. (Al-Anbiya`: 11)</p>
<p>Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- juga mengingatkan:</p>
<p>“Takutlah terhadap perbuatan zholim, sebab kezholiman adalah kegelapan di atas kegelapan pada hari kiamat.” [HR. Al-Bukhary dalam Shohihb-nya(2447), Muslim dalam Shohih-nya (2579), dan At-Tirmidzy dalam As-Sunan (2035) dari sahabat Ibnu Umar-radhiyallahu ‘anhu-]</p>
<p>Wahai saudaraku, wahai para Pengangkat bendera “jihad”, pernahkah engkau bertanya pada dirimu,<br />
“Apakah termasuk jihad, menumpahkan darah kaum muslimin??! Apakah termasuk jihad, menghalalkan darah orang-orang yang haram untuk dibunuh dan? Apakah merupakan jihad menghancurkan harta benda kaum muslimin? Apakah engkau telah berjihad membenahi dirimu dalam mempelajari ilmu dan mengamalkannya? Sudahkah engkau berjihad mengikuti Al-Qur’an dan sunnah? Apakah engkau telah mengikuti Al-Qur’an dan sunnah, walaupun menyelisihi hawa nafsumu. ketahuilah saudaraku, jihad di jalan Allah bukanlah untuk pelampiasan dan pemuas hawa nafsu, namun dia adalah ibadah yang sangat agung dan salah satu simbol agama yang suci. Ingatlah, memperbaiki masyarakat adalah tanggung jawab bersama, sebarkan ilmu syari’at Islam di tengah ummat, tegakkan hukum Allah, dan jauhilah segala sebab kerusakan dan kehancuran”</p>
<p>Sumber : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 11 Tahun I.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antoko.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antoko.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antoko.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antoko.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antoko.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antoko.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antoko.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antoko.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antoko.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antoko.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antoko.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antoko.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antoko.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antoko.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antoko.wordpress.com&amp;blog=6140158&amp;post=21&amp;subd=antoko&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antoko.wordpress.com/2009/10/10/jangan-buang-bom-sembarang-tempat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/995f1bb055a2a64d5cb6cb3f3d931122?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ant / anto / toko</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>7 (tujuh) Cara Mengatasi Kesulitan Rizqi</title>
		<link>http://antoko.wordpress.com/2009/10/10/7-tujuh-cara-mengatasi-kesulitan-rizqi/</link>
		<comments>http://antoko.wordpress.com/2009/10/10/7-tujuh-cara-mengatasi-kesulitan-rizqi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 13:16:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antoko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam & Al Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Mengatasi Kesulitan Rizqi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antoko.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Dikutip dari:http://salafy.or.id Penulis: Ustadz Abu Hamzah Yusuf Judul: Mengatasi Kesulitan Rizqi <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antoko.wordpress.com&amp;blog=6140158&amp;post=17&amp;subd=antoko&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>7 (tujuh) Cara Mengatasi Kesulitan Rizqi</p>
<p>Penulis Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf</p>
<p>Liku-liku kehidupan memang tak bisa dikalkulasi dengan hitungan. Negeri yang sedemikian makmurnya ini, terancam kekurangan sandang, pangan dan papan. Kegoncangan melanda di mana-mana. Kegelisahan menjadi selimut kehidupan yang tidak bisa ditanggalkan. Begitulah kalau krisis ekonomi sudah memakan korban.</p>
<p>Seakan manusia telah lalai, bahwa segala yang terhampar di jagat raya ini ada Dzat yang mengaturnya. Apakah mereka tidak ingat Allah Ta’ala telah berfirman :</p>
<p>“Dan tidaklah yang melata di muka bumi ini melainkan Allahlah yang memberi rezkinya.” (QS. Hud : 6)</p>
<p>Keyakinan yang mantap adalah bekal utama dalam menjalani asbab (usaha) mencari rezeki. Ar Rahman yang menjadikan dunia ini sebagai negeri imtihan (ujian), telah memberikan jalan keluar terhadap problem yang dihadapi manusia. Diantaranya</p>
<p>1. Berusaha dan Bekerja</p>
<p>Sudah merupakan sunnatullah seseorang yang ingin mendapatkan limpahan rezeki Allah harus berusaha dan bekerja. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala :</p>
<p>“Kalau telah ditunaikan shalat Jum’at maka bertebaranlah di muka bumi dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kalian bahagia.”(QS. Al Jumu’ah : 10)</p>
<p>Rezeki Allah itu harus diusahakan dan dicari. Tapi, kadang-kadang karena gengsi, sombong dan harga diri seseorang enggan bekerja. Padahal mulia atau tidaknya suatu pekerjaan itu dilihat apakah pekerjaan tersebut halal atau haram.</p>
<p>2. Taqwa</p>
<p>Banyak orang melalaikan perkara ini, karena kesempitan hidup yang dialaminya. Dia mengabaikan perintah-perintah Allah, karena tidak sabar menunggu datangnya pertolongan Allah. Padahal Allah Ta’ala telah menyatakan :</p>
<p>“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberikan rezeki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (QS. Ath Thala : 2)</p>
<p>Yaitu ‘dari jalan yang tidak diharapkan dan diangankan-angankan,’ demikian komentar Qatadah, seorang tabi’in (Tafsir Ibnu Katsir 4/48). Lebih jelas lagi Syaikh Salim Al Hilali mengatakan bahwa Allah Yang Maha Tinggi dan Agung memberitahukan, barangsiapa yang bertaqwa kepada-Nya niscaya Dia akan memberikan jalan keluar terhadap problem yang dihadapinya dan dia akan terbebas dari mara bahaya dunia dan akhirat serta Allah akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka (Bahjatun Nadhirin 1/44).</p>
<p>3. Tawakkal</p>
<p>Allah berfirman :</p>
<p>“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Dia akan mencukupi (keperluan)nya.” (QS. Ath Thalaq : 3)</p>
<p>Yakni ‘barangsiapa yang menyerahkan urusannya kepada Allah niscaya Dia akan mencukupi apa yang dia inginkan,” demikian kata Imam Al Qurthubi dalam dalam Al Jami’ Ahkamul Qur’an, 8/106.</p>
<p>Dan tidak dinamakan tawakkal bila tidak menjalani usaha. Sesungguhnya menjalani usaha merupakan bagian dari tawakkal itu sendiri. Oleh karena itu Ibnul Qoyyim mengatakan :”Tawakkal dan kecukupan (yang Allah janjikan) itu, bila tanpa menjalani asbab yang diperintahkan, merupakan kelemahan semata, sekalipun ada sedikit unsur tawakkalnya. Hal yang demikian itu merupakan tawakkal yang lemah. Maka dari itu tidak sepantasnya seorang hamba menjadikan sikap tawakkal itu lemah dan tidak berbuat dan berusaha. Seharusnya dia menjadikan tawakkal tersebut bagian dari asbab yang diperintahkan untuk dijalani, yang tidak akan sempurna makna makna tawakkal kecuali dengan itu semua.” (Zadul Ma’ad 2/315). Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengingatkan kita dalam riwayat yang shahih :</p>
<p>“Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah denagn sebenar-benar tawakkal, niscaya Dia akan memberikan rezeki kepada kaian sebagaimana burung diberi rezeki, pergi dipagi hari dalam keadaan perut kosong, (dan) pulang sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. An Nasai, Tirmidzi dan Ibnu Majah)</p>
<p>4. Syukur</p>
<p>Syukur adalah jalan lain yang Allah berikan kepada kaum mukminin dalam menghadapi kesulitan rezeki. Dalam surat Ibrohim ayat 7 Allah berfirman :</p>
<p>“Kalau seandainya kalian bersyukur, sungguh-sungguh Kami akan menambah untuk kalian (nikmat-Ku) dan jika kalian mengingkarinya, sesungguhnya adzab-Ku sangat keras.” (QS. Ibrohim : 7)</p>
<p>Oleh karena itu dengan cara bersyukur insya Allah akan mudah urusan rezeki kita. Adapun hakekat syukur adalah : “mengakui nikmat tersebut dari Dzat Yang Maha Memberi nikmat dan tidak mempergunakannya untuk selain ketaatan kepada-Nya,” begitu Al Imam Qurthubi menerangkan kepada kita (tafsir Qurthubi 9/225)</p>
<p>5. Berinfaq</p>
<p>Sebagian orang barangkai menyangka bagaimana mungkin berinfaq dapat mendatangkan rezeki dan karunia Allah, sebab denagn berinfaq harta kita menjadi berkurang. Ketahuilah Dzt Yang maha Memberi Rezeki telah berfirman :</p>
<p>“Dan apa-apa yang kalian infaqkan dari sebagian harta kalian, maka Allah akan menggantinya.” (QS. Saba: 39)</p>
<p>6. Silaturohmi</p>
<p>Dalam hal ini Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :</p>
<p>“Barangsiapa yang berkeinginan untuk dibentangkan rezeki baginya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah menyambung silaturohmi.” (HR. Bukhori Muslim)</p>
<p>7. Doa</p>
<p>Allah memberikan senjata yang ampuh bagi muslimin berupa doa. Dengan berdoa seorang muslim insya Allah akan mendapatkan apa yang dia inginkan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menuntun kita agar berdoa tatkala kita menghadapi kesulitan rezeki.</p>
<p>“Ya Allah aku meminta kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima.” (HR. Ibnu Majah dan yang selainnya)</p>
<p>Wallahu a’lam bish Showab.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antoko.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antoko.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antoko.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antoko.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antoko.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antoko.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antoko.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antoko.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antoko.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antoko.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antoko.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antoko.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antoko.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antoko.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antoko.wordpress.com&amp;blog=6140158&amp;post=17&amp;subd=antoko&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antoko.wordpress.com/2009/10/10/7-tujuh-cara-mengatasi-kesulitan-rizqi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/995f1bb055a2a64d5cb6cb3f3d931122?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ant / anto / toko</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEMETIK BUAH KEIKHLASAN</title>
		<link>http://antoko.wordpress.com/2009/10/10/memetik-buah-keikhlasan/</link>
		<comments>http://antoko.wordpress.com/2009/10/10/memetik-buah-keikhlasan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 12:58:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antoko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam & Al Manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antoko.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa keutamaan dan buah yang bisa dipetik dari keikhlasan kepada Allah subhanahu wata’ala, di antaranya adalah: 1. Mendapatkan syafa’at Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam Shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam: “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling bahagia dengan mendapatkan syafa’at engkau pada hari kiamat nanti?” Beliau menjawab: مَنْ قَالَ لاَ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antoko.wordpress.com&amp;blog=6140158&amp;post=14&amp;subd=antoko&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa keutamaan dan buah yang bisa dipetik dari keikhlasan kepada Allah subhanahu wata’ala, di antaranya adalah:</p>
<p>1. Mendapatkan syafa’at Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam<br />
Shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam: “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling bahagia dengan mendapatkan syafa’at engkau pada hari kiamat nanti?” Beliau menjawab:</p>
<p>مَنْ قَالَ لاَ إِلهَ إِلاَّ الله خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ</p>
<p>“Orang yang mengucapkan Laa Ilaha Illallah dengan ikhlas dari lubuk hatinya.” (HR. Al Bukhari)<br />
Makna ikhlas di sini adalah dia mengucapkan Laa Ilaaha Illallah dengan sekaligus menjalankan konsekuensi-konsekuensi dari kalimat tersebut, yakni dia harus benar-benar mempersembahkan amal ibadahnya kepada Allah subhanahu wata’ala dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):<br />
“Dan beribadahlah hanya kepada Allah dan jangan engkau menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.” (An Nisa’: 36)</p>
<p>2. Dibukakan baginya pintu-pintu langit<br />
Hal ini berdasarkan sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam:</p>
<p>مَا قَالَ عَبْدٌ لاَ إِلهَ إِلاَّ الله قَطٌّ مُخْلِصًا, إِلاَّ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ, حَتَّى يُفْضِيَ إِلَى الْعَرْشِ, مَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ</p>
<p>“Tidaklah seorang hamba mengucapkan Laa Ilaaha Illallah dengan ikhlas, kecuali pasti akan dibukakan baginya pintu-pintu langit, sampai dia dibawa ke ‘Arsy (tempat beristiwa’nya Allah), selama dia menjauhi perbuatan dosa-dosa besar.” (HR. At Tirmidzi)</p>
<p>3. Diharamkan baginya An Nar (Neraka)<br />
Sesungguhnya An Nar itu haram dimasuki oleh orang-orang yang ikhlas kepada Allah subhanahu wata’ala sebagaimana sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam:</p>
<p>إِنَّمَا يَنْصُرُ اللهُ هَذِهِ اْلأُمَّةَ بِضَعِيْفِهَا, بِدَعْوَتِهِمْ, وَصَلاَتِهِمْ, وَإِخْلاَصِهِمْ</p>
<p>“Sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala menolong umat ini dengan adanya kaum yang lemah di antara mereka, dengan doa mereka, dengan shalat mereka, dan dengan keikhlasan yang ada pada mereka.” (HR. An Nasa’i)</p>
<p>7. Dilapangkan dari masalah yang sedang menghimpitnya<br />
Terkadang seorang muslim dihadapkan pada suatu masalah yang sangat pelik yang terkadang menjadikan dia berputus asa dalam mengatasinya. Tetapi, tahukah anda bahwa amalan-amalan yang dilakukan dengan ikhlas dapat dijadikan sebagai wasilah (perantara) dalam berdo’a kepada Allah subhanahu wata’ala untuk dihilangkannya berbagai masalah yang sedang menghimpitnya?<br />
Hal ini pernah menimpa tiga orang pada zaman dahulu ketika mereka terperangkap di dalam sebuah goa. Kemudian Allah subhanahu wata’ala selamatkan mereka karena do’a yang mereka panjatkan disertai dengan penyebutan amalan-amalan shalih yang mereka lakukan ikhlas karena Allah subhanahu wata’ala.<br />
Kisah selengkapnya bisa anda baca di kitab Riyadhush Shalihin hadits no. 12.</p>
<p>8. Husnul Khatimah<br />
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pernah menceritakan bahwa pada zaman dahulu ada seseorang yang telah membunuh 99 bahkan 100 orang. Kemudian orang tersebut hendak bertaubat kepada Allah subhanahu wata’ala, tetapi akhirnya orang tersebut meninggal sebelum beramal kebajikan sedikitpun.<br />
Namun Allah subhanahu wata’ala terima taubatnya karena keikhlasan dia untuk benar-benar bertaubat kepada Allah subhanahu wata’ala, dan dia pun tergolong orang yang meninggal dalam keadaan husnul khatimah.<br />
Kisah selengkapnya juga bisa anda baca di kitab Riyadhush Shalihin hadits no. 20.</p>
<p>9. Benteng dari godaan setan<br />
Setan dan bala tentaranya akan senantiasa menggoda umat manusia seluruhnya sampai hari kiamat. Namun hanya orang-orang yang ikhlaslah yang akan selamat dari godaan mereka ini. Hal ini diakui sendiri oleh pimpinan para setan yaitu iblis, sebagaimana Allah subhanahu wata’ala sebutkan pengakuannya itu dalam Al Qur’an (artinya):<br />
“Iblis berkata: “Wahai Tuhanku, oleh sebab Engkau telah menyesatkanku, pasti aku akan menjadikan mereka (anak cucu Adam) memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba Engkau yang ikhlas di antara mereka.” (Al Hijr: 39-40)</p>
<p>10. Selamat dari jurang kemaksiatan kepada Allah subhanahu wata’ala<br />
Tercatat dalam sejarah, bagaimana dahsyatnya godaan yang dialami Nabi Yusuf ? ketika diajak berzina oleh seorang istri pejabat negeri waktu itu. Namun Allah subhanahu wata’ala selamatkan dia dan Allah subhanahu wata’ala palingkan dia dari perbuatan tersebut. Allah subhanahu wata’ala kisahkan peristiwa ini di dalam Al Qur’an (artinya):<br />
“Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian.” (Yusuf: 24)<br />
Apa sebabnya?<br />
“Sesungguhnya dia (Yusuf) itu termasuk hamba-hamba Kami yang ikhlas.” (Yusuf: 24)</p>
<p>11. Senantiasa di atas kebaikan<br />
Diriwayatkan oleh Ja’far bin Hayyan dari Al Hasan, bahwa beliau berkata: “Senantiasa seorang hamba itu berada dalam kebaikan, jika berkata, (ikhlas) karena Allah subhanahu wata’ala, dan jika beramal, (ikhlas) karena Allah subhanahu wata’ala.”</p>
<p>KEUTAMAAN IKHLAS DALAM MENJALANKAN RUKUN ISLAM<br />
Agama Islam itu memiliki lima rukun berdasarkan sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam:</p>
<p>بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَحَجِّ بَيْتِ اللهِ الْحَرَامِ</p>
<p>“Islam itu dibangun di atas lima rukun: Syahadat Laa Ilaaha Illallah Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan melakukan ibadah haji ke Baitullah Al Haram.” (HR. Al Bukhari, Muslim).<br />
Barangsiapa yang melaksanakannya dengan keikhlasan kepada Allah subhanahu wata’ala, maka dia telah membangun bangunan Islam ini dengan pilar-pilar yang sangat kuat sehingga dia tetap istiqamah di atas agama Islam sampai dia dipanggil ke haribaan-Nya.<br />
Di samping itu ada beberapa keutamaan khusus yang terdapat pada masing-masing amalan rukun Islam tersebut sebagaimana yang dikabarkan Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam berikut:</p>
<p>1. Ikhlas dalam syahadat<br />
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:</p>
<p>مَا مِنْ نَفْسٍ تَمُوْتُ وَهِيَ تَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ الله وَأَنِّيْ رَسُولُ اللهِ, يَرْجِعُ ذَلِكَ إِلَى قَلْبِ مُؤْمِنٍ, إِلاَّ غَفَرَ اللهُ لَهُ</p>
<p>“Tidaklah ada satu jiwa pun yang meninggal dalam keadaan bersyahadat Laa Ilaaha Illallah dan aku adalah Rasulullah yang itu semua kembali kepada hati seorang mukmin (ikhlas dari lubuk hatinya), kecuali Allah akan beri ampunan kepadanya.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, lihat Ash Shahihah, no. 2278)</p>
<p>2. Ikhlas dalam Shalat<br />
Keutamaannya sebagaimana yang disabdakan Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam berikut:</p>
<p>مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَتَوَضَّأُ, فَيُحْسِنُ الْوُضُوْءَ, ثُمَّ يَقُوْمُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ, يُقْبِلُ عَلَيْهِمَا بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ, إِلاَّ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ</p>
<p>“Tidaklah ada seorang muslim yang berwudhu dan membaguskan wudhunya, kemudian menegakkan shalat dua rakaat dengan menghadirkan hati dan wajahnya (ikhlas), kecuali wajib bagi dia untuk masuk Al Jannah.” (HR. Muslim)</p>
<p>3. Ikhlas dalam Menunaikan Zakat<br />
Pernah salah seorang shahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam datang kepada beliau dan menanyakan tentang Islam. Beliau pun menjawabnya dengan menyebutkan beberapa perkara, di antaranya adalah kewajiban membayar zakat. Kemudian shahabat tadi pergi dan mengatakan:</p>
<p>وَاللهِ! لاَ أَزِيْدُ عَلَى هَذَا وَلاَ أَنْقُصُ مِنْهُ</p>
<p>“Demi Allah, aku tidak akan menambah (dari yang disebutkan Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam) dan tidak akan menguranginya.” (HR. Al Bukhari, Muslim)<br />
Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda:</p>
<p>أَفْلَحَ إِنْ صَدَقَ</p>
<p>“Sungguh dia beruntung jika benar-benar jujur dalam ucapannya.”<br />
Di antara konsekuensi kejujuran seseorang adalah hendaknya dia benar-benar ikhlas karena Allah subhanahu wata’ala dalam amalannya tersebut.</p>
<p>4. Ikhlas dalam Menjalankan Puasa Ramadhan<br />
Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:</p>
<p>مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا, غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ</p>
<p>“Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan dilandasi keimanan dan semata-mata ikhlas mengharapkan pahala dari Allah, maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Al Bukhari, Muslim)</p>
<p>5. Ikhlas dalam Ibadah Haji<br />
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:</p>
<p>مَنْ حَجَّ لِلّهِ, فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمٍ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ</p>
<p>“Barangsiapa yang menunaikan ibadah haji semata-mata ikhlas karena Allah, dan dia tidak melakukan perbuatan kotor dan dosa dalam hajinya tersebut, maka dia kembali dalam keadaan seperti pada hari dia dilahirkan oleh ibunya (suci dan bersih dari dosa).” (HR. Al Bukhari, Muslim)</p>
<p>MUTIARA HADITS<br />
Dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu , bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:</p>
<p>لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ</p>
<p>“Tidak akan kalian masuk jannah (surga) sampai kalian beriman, tidak akan kalian beriman sampai terjalin kasih sayang diantara kalian, maukah aku tunjukkan suatu amalan yang jika kalian melakukannya niscaya akan terjalin kasih sayang diantara kalian, tebarkan salam diantara kalian.” (HR. Muslim)<br />
Saudaraku, keharmonisan dan kedamaian merupakan dambaan setiap insan. Dambaan ini akan terwujud bila terjalin kasih sayang sesama kita. Diantara jalan termudah untuk merealisasikan hal itu adalah menebarkan salam diantara kita sesama muslim, baik yang kita kenal ataupun tidak. Salam itu merupakan do’a keselamatan, kerahmatan dan keberkahan. Bila kita mengucakan salam:</p>
<p>السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ</p>
<p>lalu dijawab dengan jawaban semisalnya atau yang lebih sempurna:</p>
<p>وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ</p>
<p>Maka akan terasa jalinan ukhuwah (persaudaran) dan mahabbah (kecintaan) diantara kita. Jika sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam ini diterapkan di keluarga, masyarakat, pasar-pasar, kantor-kantor dan dimanapun kita berada, niscaya kita semua akan merasakan kemuliaan sy’iar agama Islam ini.</p>
<p>sumber : assalafy.org/mahad/?p=37</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antoko.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antoko.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antoko.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antoko.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antoko.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antoko.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antoko.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antoko.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antoko.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antoko.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antoko.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antoko.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antoko.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antoko.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antoko.wordpress.com&amp;blog=6140158&amp;post=14&amp;subd=antoko&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antoko.wordpress.com/2009/10/10/memetik-buah-keikhlasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/995f1bb055a2a64d5cb6cb3f3d931122?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ant / anto / toko</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
